Selasa, 27 Desember 2011

ORGANISASI


ORGANISASI
1). PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengertian konflik yang mengacu kepada pendekatan organisasi antara lain dikemukakan oleh para pakar berikut. Luthans (1985) mengartikan konflik sebagai ketidaksesuaian nilai atau tujuan antara anggota kelompok organisasi. Dubrint (1984:346) mengartikan konflik sebagai pertentangan antara individu atau kelompok yang dapat meningkatkan ketegangan sebagai akibat saling menghalangi dalam pencapaian tujuan. Winardi (2004:1) mengemukakan bahwa konflik adalah oposisi atau pertentangan pendapat antara orang orang, kelompok kelompok atau organisasi organisasi. Sedarmayanti (2000:137) mengemukakan konflik merupakan perjuangan antara kebutuhan, keinginan, gagasan, kepentingan ataupun pihak saling bertentangan, sebagai akibat dari adanya perbedaan sasaran (goals); nilai (values); pikiran (cognition); perasaan (affect); dan perilaku (behavior). James A. F. Stoner (1986:550) menyatakan bahwa konflik organisasi adalah perbedaan pendapat antara dua atau lebih banyak anggota organisasi atau kelompok, karena harus membagi sumber daya yang langka atau aktivitas kerja dan/atau pandangan yang berbeda. Mengingat konflik dalam organisasi ini sudah terlalu banyak terjadi maka penulis akan mengulas tentang salah satu bentuk konflik dalam organisasi yaitu “Konflik antar Kelompok”.

1.2 Rumusan Masalah
Seperti yang telah diuraikan diatas, konflik dalam organisasi ini memerlukan penyelesaian yang tepat, jika salah mengambil keputusan maka konflik akan bertambah luas atau semakin parah, maka dari itu yang menjadi perumusan masalah dari penulisan ini adalah bagaimana cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah dalam organisasi tersebut, terutama konflik antar kelompok.

1.3 Batasan Masalah
Seperti yang kita ketahui, banyak sekali metode atau cara penyelesaian masalah konflik dari berbagai peneliti ataupun pakar konflik, maka dari itu di penulisan ini penulis akan merangkum dan mengambil inti teori sehingga tidak perlu membahas semua metode tersebut.

1.4 Tujuan Penelitian
Yang menjadi tujuan dari penulisan ini adalah agar kita tahu apa saja yang menjadi penyebab konflik antar kelompok, dan bagaimana solusi penyelesaiannya.

1.5 Metodologi Penulisan
Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode Studi Pustaka (Library Study). Yaitu dengan mempelajari teori teori yang relevan dari berbagai bahan acuan pembahasan yang berhubungan dengan konflik organisasi.

1.6 Sistematika Penulisan
Dalam menyusun penulisan ilmiah ini penulis menyusun secara sistematis ke dalam 4 BAB yaitu:
BAB I. PENDAHULUAN
Dalam bab ini berisi mengenai latar belakang masalah, pokok permasalahan, batasan masalah, tujuan penulisan, metodologi penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II. LANDASAN TEORI
Dalam bab ini berisi tentang pengertian konflik, jenis-jenis konflik, dan tipe situasi konflik.
BAB III. PEMBAHASAN dan ANALISIS
Dalalm bab ini berisi tentang penyebab-penyebab konflik antar kelompok beserta cara penyelesaiannya.
BAB IV. PENUTUP
Dalam bab ini berisi tentang kesimpulan.

BAB II. LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Konflik
Pengertian konflik yang mengacu kepada pendekatan organisasi antara lain dikemukakan oleh para pakar berikut. Luthans (1985) mengartikan konflik sebagai ketidaksesuaian nilai atau tujuan antara anggota kelompok organisasi. Dubrint (1984:346) mengartikan konflik sebagai pertentangan antara individu atau kelompok yang dapat meningkatkan ketegangan sebagai akibat saling menghalangi dalam pencapaian tujuan. Winardi (2004:1) mengemukakan bahwa konflik adalah oposisi atau pertentangan pendapat antara orang orang, kelompok kelompok atau organisasi organisasi. Sedarmayanti (2000:137) mengemukakan konflik merupakan perjuangan antara kebutuhan, keinginan, gagasan, kepentingan ataupun pihak saling bertentangan, sebagai akibat dari adanya perbedaan sasaran (goals); nilai (values); pikiran (cognition); perasaan (affect); dan perilaku (behavior). James A. F. Stoner (1986:550) menyatakan bahwa konflik organisasi adalah perbedaan pendapat antara dua atau lebih banyak anggota organisasi atau kelompok, karena harus membagi sumber daya yang langka atau aktivitas kerja dan/atau pandangan yang berbeda.

2.2 jenis-jenis konflik

-Konflik Intra perorangan
-. Konflik ini muncul dlm diri seorang individu dgn pemikirannya sendiri
- ( individu mengalami semacam tekanan-tekanan dlm dirinya sendiri secara emosional ).

-Konflik antar perorangan
- Terjadi antara satu individu dengan individu lain atau lebih, biasanya disebabkan oleh adanya perbedaan sifat & perilaku setiap orang dlm organisasi.

-Konflik antar kelompok
- Terjadi apabila diantara unit-unit kelompok mengalami pertentangan dengan unit-unit dari kelompok lain, pertentangan ini bila berlarut-larut akan membuat koordinasi & integrasi kegiatan menjadi terkendala/mengalami kesulitan.

-Konflik antar organisasi
- Konflik bisa juga terjadi antara organisasi yg satu dengan yg lain, karena adanya ketidakcocokan suatu badan terhadap kinerja suatu organisasi

2.3 Tipe-tipe situasi Konflik
- KONFLIK VERTIKAL, konflik terjadi antara atasan & bawahan
- KONFLIK HORIZONTAL, terjadi antara sesama karyawan atau kelompok yg berada pd hierarkhi yg sama.
- KONFLIK GARIS STAFF, bila konflik terjadi antara staf pada bidang tertentu.
- KONFLIK PERANAN, terjadi bila komunikasi antar anggota tidak kompetibel bagi pemegang peranan.

Sumber: http://herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id

BAB III. Pembahasan dan Analisis

3.1 Penyebab-penyebab konflik antar kelompok
Konflik antar kelompok terjadi apabila diantara unit-unit kelompok mengalami pertentangan dengan unit-unit dari kelompok lain, pertentangan ini bila berlarut-larut akan membuat koordinasi & integrasi kegiatan menjadi terkendala/mengalami kesulitan. Adapun penyebab lainnya:
 Persaingan terhadap sumber-sumber daya yg langka
Setiap kelompok akan berlomba untuk mendapat bagian dari alokasi sumber daya yg ada. Masing-masing menginginkan alokasi sumber daya yg banyak agar dpt mempercepat pertumbuhan, kemajuan, dan pengembangan dalam divisi. Karena adanya persaingan tsb akan memicu timbulnya konflik.
 Ketergantungan tugas (interdependence)
Dalam organisasi dapat dipastikan ada ketergantungan antar kelompok untuk mencapai kesuksesan dalam tugas-tugasnya. Apabila antara dua pihak itu ada perbedaan prioritas, kemungkinan muncul konflik akan semakin besar. Semakin perbedaan dipertahankan, kemungkinan konflik juga akan lebih besar bahlan lebih lama.
 Perbedaan-perbedaan Tujuan & Prioritas
Konflik juga bisa disebabkan oleh adanya usaha masing-masing sub unit untuk mencapai tujuannya. Hal ini bisa tumbuh menjadi konflik bila ada ketidaksesuaian antar tujuan masing-masing, bahkan usaha pencapaian tujuan suatu sub unit dapat menghalangi sub unit lain dlm mencapai tujuannya.

3.2 Metode-metode penyelesaian konflik
- DOMINASI atau KEKERASAN yang BERSIFAT PENEKANAN OTOKRATIK. Ketaatan harus dilakukan oleh fihak yang kalah pada otoritas yang lebih tinggi atau kekuatan yang lebih besar.
- MEREDAKAN atau MENENANGKAN, metode ini lebih terasa diplomatis dlm upaya menekan dan meminimalkan ketidaksepahaman.
- PEMISAHAN, pihak-pihak yg berkonflik dipisah sampai menemukan solusi atas masalah yg terjadi
- ARBITRASI, adanya peran orang ketiga sbg penengah untuk penyelesaian masalah
- Kembali ke aturan yang berlaku saat tdk ditemukan titik temu antara kedua fihak yg bermasalah.
- KONSENSUS, sengaja dipertemukan untuk mencapai solusi terbaik, bukan hanya menyelesaikan masalah dgn cepat
- KONFRONTASI, tiap fihak mengemukakan pandangan masing-masing secara langsung & terbuka.
- PENENTU TUJUAN, menentukan tujuan akhir kedepan yang lebih tinggi dengan kesepakatan bersama.

Sumber: http://herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id

BAB IV. Kesimpulan

Konflik merupakan hal yang tidak bias dihindari dalam sebuah organisasi, disebabkan oleh banyak faktor yang pada intinya karena organisasi terbentuk dari banyak individu dan kelompok yang memiliki sifat dan tujuan yang berbeda satu sama lain.